Penulis
Assoc. Prof. Dr. Hengki Tamando Sihotang, SKom., M.Kom
Editor : Dr. Fristi Riandari, M.Kom
Tata Letak: Tigor Methodeus
Sampul: Putri Agatha Simbolon., S.Kom
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The Processing Mind: From Reaction to Creation in the Age of AI adalah sebuah perjalanan intelektual dan reflektif tentang perubahan paling halus namun paling menentukan di era modern: perubahan dalam cara manusia berpikir.
Buku ini berangkat dari satu pengamatan sederhana bahwa di tengah banjir informasi, kecepatan teknologi, dan kemudahan akses pengetahuan, manusia justru semakin jarang benar-benar memahami. Pikiran dipenuhi oleh stimulus, respons menjadi refleks, dan ruang untuk mengolah perlahan menghilang.
Melalui bagian awal, pembaca diajak masuk ke dalam realitas dunia yang tidak pernah berhenti berbicara: informasi yang terus mengalir, perhatian yang terfragmentasi, dan keheningan yang semakin langka. Di tengah kondisi ini, muncul pola baru manusia yang reaktif. Cepat merespon, tetapi jarang memberi jarak. Banyak berpikir, tetapi tidak benar-benar mengolah.
Buku ini kemudian mengupas kegagalan mendasar dalam cara berpikir modern: ilusi bahwa aktivitas mental adalah pemahaman. Overthinking tanpa arah, analisis tanpa keputusan, dan emosi tanpa struktur menjadi tanda bahwa pikiran bergerak, tetapi tidak bertransformasi.
Dari titik itulah, The Processing Mind menawarkan sebuah pergeseran cara pandang: bahwa berpikir bukan sekadar aktivitas, melainkan sebuah proses yang memiliki struktur. Sebuah sistem yang dapat dilatih untuk mengubah informasi menjadi makna, dan pengalaman menjadi pemahaman.
Melalui kerangka P.R.O.C.E.S.S., buku ini tidak memberikan solusi instan, melainkan membangun kesadaran entang pentingnya jeda, refleksi, dan pengolahan dalam menghadapi realitas yang semakin kompleks.
Ini bukan buku tentang menjadi lebih cepat.
Ini adalah buku tentang kembali menjadi utuh.
Karena di antara stimulus dan respons, terdapat ruang kecil yang sering terlewat dan di dalam ruang itulah, manusia benar-benar berpikir, memahami, dan menciptakan makna.
No reviews found!

No comments found for this product. Be the first to comment!