Penulis:
Galih Prakoso Rizky A, S.Kom., M.Kom
Rohani Situmorang, A.Md. Kom
Tentang Buku:
Sinopsis
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan bagian dari kehidupan manusia yang paling intim dari ruang belajar hingga ruang kerja, dari pencarian informasi hingga penciptaan ide. Di balik kemudahan luar biasa yang ditawarkannya, tersimpan paradoks besar: apakah AI membuat manusia semakin cerdas, atau justru semakin malas berpikir?
Buku “Bodoh karena AI atau Pintar Memanfaatkan AI: Refleksi Etika dan Literasi Digital dalam Era Kecerdasan Buatan” mengajak pembaca untuk menyelami fenomena ini secara mendalam dan kritis. Melalui gaya akademik-populer yang mengalir, buku ini menelusuri perjalanan evolusi AI dari bentuk konvensional hingga generative AI yang mampu mencipta teks, gambar, suara, bahkan ide baru. Setiap bab menghadirkan pembahasan komprehensif tentang bagaimana teknologi ini bekerja, dampaknya terhadap cara manusia berpikir, serta dilema etis dan sosial yang muncul di balik penggunaannya.
Lebih dari sekadar menjelaskan teknologi, buku ini menyoroti sisi kemanusiaan dalam era mesin cerdas. Ia membahas bagaimana ketergantungan pada AI dapat menumpulkan kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas, tetapi juga bagaimana AI dapat menjadi mitra kreatif yang memperluas batas imajinasi manusia. Melalui studi kasus dari dunia pendidikan, bisnis, seni, kesehatan, hingga pemerintahan, pembaca diajak melihat dua sisi wajah AI yang menjanjikan sekaligus menantang.
Penulis menegaskan bahwa masa depan manusia di era digital tidak ditentukan oleh seberapa canggih mesinnya, tetapi oleh seberapa bijak manusia menggunakannya. Literasi digital dan literasi AI menjadi kunci utama agar teknologi tidak menjadi alat yang meninabobokan, melainkan sarana untuk mengasah kecerdasan dan kemanusiaan. Dalam dunia yang dipenuhi oleh algoritma dan data, manusia perlu belajar bukan hanya menggunakan AI, tetapi berpikir bersama AI dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan.
Buku ini bukan hanya bacaan bagi akademisi atau praktisi teknologi, tetapi juga refleksi bagi siapa pun yang hidup di zaman di mana batas antara pikiran manusia dan kecerdasan mesin semakin kabur. Ia menantang pembaca untuk menjawab pertanyaan besar abad ini: apakah kita akan menjadi generasi yang “bodoh karena AI” atau “pintar memanfaatkannya”?
No reviews found!

No comments found for this product. Be the first to comment!