Literasi Digital & Bela Negara: Fondasi Kewargaan di Era Siber
Penulis:
Dr. Hengki Tamando Sihotang, M.Kom,
Dr. Bambang Saras Yulistiawan, S.Kom., M.Kom,
Galih Prakoso Rizky A, S.Kom., MMSI
Dalam dunia yang kian terhubung dan dibanjiri arus informasi, menjadi warga negara tak lagi cukup hanya memahami konstitusi atau sejarah perjuangan bangsa. Buku ini menghadirkan pemahaman baru dan mendalam mengenai tantangan kewargaan di era digital, di mana ancaman terhadap negara tak lagi berbentuk fisik, tetapi hadir melalui hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi yang menyebar di ruang maya.
Penulis memaparkan bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi mencakup kecakapan berpikir kritis, etis, dan reflektif dalam berinteraksi secara digital. Di sisi lain, bela negara pun mengalami transformasi makna, dari angkat senjata menjadi perjuangan menjaga etika digital, melawan narasi destruktif, dan membela nilai-nilai kebangsaan di platform sosial.
Buku ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga membedah dimensi-dimensi utama literasi digital, dampak positif dan negatif teknologi informasi, serta bagaimana polarisasi digital dan disinformasi telah menjadi ancaman serius terhadap keutuhan NKRI. Dengan gaya bahasa yang renyah namun argumentatif, pembaca diajak memahami bahwa literasi digital dan bela negara adalah dua sisi dari mata uang yang sama dalam membangun kewargaan yang utuh dan berdaulat di abad ke-21.
Melalui integrasi antara kecakapan digital dan semangat nasionalisme, buku ini menjadi panduan strategis untuk siapa saja pendidik, pelajar, pembuat kebijakan, aktivis, dan masyarakat luas yang ingin menjadi warga digital cerdas sekaligus patriot bangsa di era siber.
No reviews found!

No comments found for this product. Be the first to comment!